Berita Oplosan

Korban Meninggal Akibat Miras Oplosan Capai 34 Orang

Daftar panjang minuman mematikan.

Stop Oplosan

Polisi merilis data korban meninggal yang diakibatkan oleh minuman keras atau miras oplosan ginseng di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bekasi, dan Depok. Selama lima hari, miras oplosan itu sudah membunuh kurang-lebih 34 orang di Jakarta, Depok, dan Bekasi.

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis akan membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus minuman keras oplosan ginseng tersebut. "Iya, saya akan bentuk tim untuk usut kasus miras oplosan," kata Idham saat dihubungi, Kamis, 5 April 2018. Selain itu, polisi berencana menggelar razia minuman keras yang diperjualbelikan secara bebas agar tidak semakin banyak korban yang berjatuhan.

Berikut ini daftar nama korban tewas yang dikumpulkan Tempo.

Di Jagakarsa, Jakarta Selatan, hingga kini sudah ada delapan korban yang meninggal setelah menenggak minuman keras oplosan ginseng tersebut. Berdasarkan data dari Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, kedelapan korban tersebut, yakni:

  1. Wahono, 32 tahun, warga Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
  2. Ahmad Lupiar (39), warga Srengseng Sawah, Jagakarsa.
  3. Muh. Fajarhijri Syahida (38), warga Srengseng Sawah, Jagakarsa.
  4. Yudi Hariyanto (32), warga Srengseng Sawah, Jagakarsa.
  5. Mariat Supriyatna (29), warga Srengseng Sawah, Jagakarsa.
  6. Mansur (50), warga Srengseng Sawah, Jagakarsa.
  7. Sulaiman (40), warga Srengseng Sawah, Jagakarsa.
  8. Ferry Ferdian (32), warga Srengseng Sawah, Jagakarsa.

 

Korban meninggal di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur, mencapai sepuluh orang. Berdasarkan data dari Polres Metro Jakarta Timur, mereka adalah:  

  1. Agus Sofyan (23).
  2. Yudi Hermawan (24).
  3. Muhamad alias Mamad (41).
  4. Hanarik Darini Alfi (17).
  5. Dede Kurniadi (21).
  6. Raditya Pradipta (28).
  7. Rosadi alias Gedat (39).
  8. Yudi Hermawan.
  9. Fikar Fauzan.
  10. Yulhendra (31).

 

Korban tewas akibat minuman keras oplosan di Depok, Jawa Barat, ada delapan orang. Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, mereka adalah:

  1. Muhammad Muljafar, warga Pondok Cina, Beji, Depok, Jawa Barat.
  2. Andri, warga Pondok Cina, Beji, Depok.
  3. Ani, warga Pondok Cina, Beji, Depok.
  4. Imron, warga Pondok Cina, Beji, Depok.
  5. Darmawan Kusuma (28), warga Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.
  6. Agus (40), warga Pancoran Mas, Depok.
  7. Hariyandi (26), warga Mampang, Depok, Jawa Barat
  8. M. Sidik (18), warga Mampang, Depok.

 

Jumlah korban tewas akibat minuman keras di Bekasi bertambah dari dua menjadi delapan orang. Data dari Polres Metro Bekasi Kota, mereka adalah:

 

  1. Adiansyah (22).
  2. M. Ridwan (19).
  3. Arifin (33).
  4. Doni (24).
  5. Abu Tolib (47).
  6. Abi Abustian (28).
  7. Anisa Adilah.
  8. Bernik Adenan.

Artikel ini diambil dari tempo.co

Artikel Lainnya

Bocah SMP Tewas Setelah Minum Miras Racikan Sendiri

Berita Oplosan
Bocah SMP Tewas Setelah Minum Miras Racikan Sendiri

Remaja SMP berumur 15 tahun tewas setelah menenggak miras hasil racikan sendiri bersama teman-temannya

BACA ARTIKEL
15 Orang Tewas, Surabaya Tetapkan Status Darurat Miras Oplosan

Berita Oplosan
15 Orang Tewas, Surabaya Tetapkan Status Darurat Miras Oplosan

Surabaya darurat oplosan setelah korban meninggal sebanyak 15 orang

BACA ARTIKEL
Pria 39 Tahun di Palangka Raya Tewas Usai Tenggak Satu Botol Bir

Berita Oplosan
Pria 39 Tahun di Palangka Raya Tewas Usai Tenggak Satu Botol Bir

Seorang pria tewas setelah menenggak sebotol bir dan minuman Malaga

BACA ARTIKEL
2 Pria Cianjur Tewas Usai Pesta Miras Oplosan

Berita Oplosan
2 Pria Cianjur Tewas Usai Pesta Miras Oplosan

Warga Bandung lagi-lagi menjadi korban akibat menenggak miras oplosan

BACA ARTIKEL
Tenggak Miras, Warga Polehan Kritis

Berita Oplosan
Tenggak Miras, Warga Polehan Kritis

Setelah mengonsumsi miras, seorang pria mengalami masalah ginjal akut

BACA ARTIKEL
RUU Minuman Beralkohol Bikin Kaum Misqueen Cuma Kebagian Oplosan

Berita Oplosan
RUU Minuman Beralkohol Bikin Kaum Misqueen Cuma Kebagian Oplosan

Buntut dari kematian lima warga Tasikmalaya, Jawa Barat awal Oktober lalu, seorang teman sekampung mereka yang bekerja di sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK)

BACA ARTIKEL