Cerita Korban

Minuman Pembunuh di Depok

Para korban merasakan rasa sakit yang membakar di seluruh tubuh mereka.

Stop Oplosan

Di Depok, masyarakat bisa membeli minuman beralkohol produksi rumahan seharga Rp25.000,- atau kurang dari US$2, untuk botol ukuran 620ml yang diakses melalui toko-toko kecil. Pada bulan Desember 2015, minuman beralkohol jenis ini membunuh 5 orang.

Para korban merasa mual dan mulai muntah-muntah. Kemudian, mereka kehilangan penglihatan dan mengalami kerusakan otak dan kegagalan organ sebelum akhirnya mereka meninggal dunia. Menurut laporan berita, Bapak Syamsudin, seorang warga setempat, menyaksikan penderitaan para korban saat dia dimintai tolong oleh beberapa wanita yang para suaminya dalam keadaan kritis.

Bapak Syamsudin menyaksikan bagaimana para korban merasakan rasa sakit yang membakar di seluruh tubuh mereka dan bagaimana mereka mendadak kehilangan penglihatan dan menjadi buta. Mereka meninggal dunia tanpa sempat mendapatkan perawatan medis, hanya beberapa jam setelahnya.

Setelah polisi menggerebek toko yang menjual minuman beralkohol mematikan di Depok tersebut, mereka menemukan beberapa zat beracun. Secara umum, minuman beralkohol ilegal mengandung bahan-bahan yang berbahaya dan beracun. Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk menggantikan etanol, yang merupakan komponen utama dalam minuman beralkohol legal, termasuk metanol, racun anti serangga, pemanis dan lain sebagainya.

 

Image: viva.co.id

 

Artikel Lainnya

Bukannya Bertambah Keluarga, Perkawinan Malah Membuat Kehilangan Keluarga

Cerita Korban
Bukannya Bertambah Keluarga, Perkawinan Malah Membuat Kehilangan Keluarga

Perkawinan seharusnya bawa kebahagian, tapi gara-gara oplosan jadi kesedihan.

BACA ARTIKEL