Cerita Korban

Minuman Alkohol Oplosan Buyarkan Mimpi Embo untuk Jadi Tattoo Artist

Penglihatannya buta setelah minum oplosan.

Stop Oplosan

Nggak pernah terpikirkan oleh Michael Vembro atau yang akrab disangka Embo kalau dia akan menghabiskan masa muda tanpa bisa mengejar impiannya. Laki-laki berusia 27 tahun ini kini menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah bersama dengan ibunya. Sejak 2016, mata kiri Embo sudah total kehilangan fungsi melihat. Sementara mata kanannya masih berfungsi 40%.

“Semuanya gara-gara gw minum minuman alkohol oplosan. Namanya "Manson". Gw minum bareng teman-teman gw di rumah. Teman-teman gw yang lain nggak kenapa-kenapa, ada sih yang muntah selama dua sampai tiga hari. Gw yang kena paling parah,” urainya saat ditemui.

Anak bungsu dari dua bersaudara ini nggak ragu mengisahkan kejadian di 2016 lalu yang membuat hidupnya berubah. Berawal dari keinginan untuk kumpul dan mabuk bareng, teman-teman Embo memutuskan untuk membeli minuman alkohol tersebut dari warung yang berlokasi nggak jauh dari rumah mereka di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Siapa yang menyangka minuman seharga Rp 15.000 itu jugalah yang membuat kedua orang tua Embo harus mengeluarkan uang yang nggak sedikit demi membiayai pengobatannya.

“Teman-teman gw sudah grebek itu warung dan interogasi penjualnya. Tapi dia tetap nggak mau ngaku dia dapat dari mana minumannya,” ungkapnya.

Lulusan sebuah Universitas swasta di Jakarta ini menambahkan, usai mengalami muntah selama beberapa hari, matanya kabur dan kondisi fisiknya menurun drastis. Setelah empat hari di rumah nggak ada perbaikan, orang tua Embo membawanya ke RS terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Di RS itu gw divonis buta. Rasanya nggak siap dengarnya. Kayak petir di siang bolong,” tuturnya.

Namun, orang tua Embo nggak mau nyerah begitu saja dengan vonis tersebut. Embo akhirnya dibawa ke RS khusus mata di Jakarta Selatan dengan harapan bisa mendapat pengobatan yang lebih baik untuk matanya. Ternyata keadaan Embo nggak juga membaik. Ia justru kembali nggak sadar selama dua hari dan mengalami halusinasi. Saat mengalami halusinasi, lanjutnya, ia melompat-lompat tanpa bisa dikendalikan. Ia menduga hal itu terjadi karena dia masih berada di bawah pengaruh minuman tersebut. Sampai akhirnya pulang ke rumah, ia masih dalam keadaan setengah sadar.

“Tapi kondisi mata gw membaik sejak dirawat di RS ini. Tadinya gw sempat nggak bisa melihat sama sekali. Gelap. Sejak dirawat kondisinya jadi bisa seperti sekarang ini. Pihak RS juga bilang kalau mata gw sudah nggak akan bisa sembuh karena minuman itu menyerang syaraf-syaraf mata yang sensitif,” tambahnya.

Lulusan Fakultas Desain Komunikasi Visual ini juga menjalani terapi mata selama sekitar satu tahun di sebuah rumah sakit khusus mata di Jakarta Selatan. Ia mengatakan, kesembuhannya sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan teman-temannya. Tanpa dukungan ini, lanjutnya, ia pasti sudah kehilangan nyawanya karena sudah pernah mencoba untuk bunuh diri.

Embo pertama kali mengonsumsi minuman beralkohol sejak kelas 1 SMP. Minuman yang biasa dia konsumsi adalah Intisari dan Anggur Orang Tua. Motifnya mengonsumsi minuman beralkohol karena pergaulan dan diikuti dengan adanya rasa penasaran. Akhirnya Embo benar-benar mengonsumsi minuman beralkohol secara reguler dengan teman-temannya hingga kecanduan. Saat masih kuliah, Embo biasa minum di sela-sela jam kuliah. Harga minuman yang dia konsumsi sangat terjangkau, apalagi kalau dibeli secara patungan.

“Kalau mau beli minuman yang legal kan harganya mahal. Jadinya gw dan teman-teman minum yang harganya terjangkau aja,” ujar pencinta Vespa ini.

Sejak kehilangan hampir total penglihatannya, Embo sudah nggak bisa menekuni profesi lamanya yaitu tattoo artist. Padahal tadinya profesi ini menghasilkan uang yang terbilang lumayan untuknya. Bahkan dia hampir berangkat ke Bali untuk bekerja di sana. Kini untuk mengisi waktunya, Embo dengan senang hati membantu temannya atau siapapun yang meminta bantuannya untuk mereparasi mesin Vespa. Nggak cuma itu, Embo juga seringkali dimintai bantuan untuk  pencetakan dan penyablonan untuk kaos.

“Gw pingin kasih tau buat yang masih pada minum minuman alkohol oplosan, sudah deh berhenti aja. Nggak usah maksain diri. Kalau nggak mampu beli yang legal, nggak usah maksa untuk minum. Rugi lo kalau sampai kayak gw begini. Nggak bisa apa-apa. Mending buruan berhenti deh, nggak usah diterusin,” imbuhnya.



Artikel Lainnya

Bukannya Bertambah Keluarga, Perkawinan Malah Membuat Kehilangan Keluarga

Cerita Korban
Bukannya Bertambah Keluarga, Perkawinan Malah Membuat Kehilangan Keluarga

Perkawinan seharusnya bawa kebahagian, tapi gara-gara oplosan jadi kesedihan.

BACA ARTIKEL
Minuman Pembunuh di Depok

Cerita Korban
Minuman Pembunuh di Depok

Para korban merasakan rasa sakit yang membakar di seluruh tubuh mereka.

BACA ARTIKEL